Ketika hati tak bisa tertutup,..
Sejak detik engkau paksa aku tuk berhenti
Pada pintu yang belum, dan tak pernah akan aku masuki
Pintu yang muncul tanpa kehendakku
Hingga asa begitu memaksa!
Ketika hati tak bisa tertutup,..
Sejak saat itu
Saat tiada kupu, tiada mutiara, tiada tetes embun pagi dibasuhkan pada hatiku ini,..
Padahal ia sudah pada keringnya, pada lelahnya
Akan mimpi, akan cinta,..
Ketika hati tak bisa tertutup,…
Saat engkau tak mau lepas dari ingatku, dari mimpiku, dari do’aku
Diammu adalah luka, adalah derita
Sayat-sayat tajam pada jiwa yang tak bisa berbuat apa-apa,..
Ketika hati tak pernah bisa tertutup,…
Untukmu,
Padamu,
Yang melahirkan puisi ini begitu saja
Sebagai ketukan entah pada apa
Ketika aku hanyalah seorang hamba biasa,
Yang begitu takut kepadaNya!!!
Andai engkau tahu,… andai engkau takdirku!!!
Sabtu, 2009 Juli 11
Jumat, 2009 Juli 03
KERAJAAN YANG SEDANG GUNDAH
Ini adalah sebuah kisah tentang sebuah kerajaan dan seorang rakyatnya dalam sebuah lamunan di hamparan tanah tertutup lumpur. Terkisah sebuah kerajaan dengan sumber daya alam yang melimpah pada tanah penuh berkah. Akan tetapi entah kenapa keadaan membuatnya dirasa oleh para rakyatnya sebagai sebuah kegundahan.
Satu di antara seribu, atau sepuluh ribu, atau satu juta kegundahan itu adalah hamparan Lumpur di depan pemuda yang biasa di panggil trimo itu. Lumpur yang tak mau berhenti dan seolah tidak ingin dihentikan pemerintah kerajaannya.
Namun kegundahan yang terbesar dirasakan pemuda itu setelah malam lelahnya menonton debat antar bangsawan yang mengajukan diri menjadi penguasa terbaru di sana.
Pemuda yang kesehariannya digunakan untuk mencari sesuap nasi ini adalah seorang jebolan pesantren. Bukan lulusan, karena dia keluar akibat tidak punya biaya. Dan debat antara ketiga calon penguasa kerajaannya menjadi sebuah pemikiran yang mendalam baginya.
Sebuah pemikiran karena ia dihadapkan pada kenyataan haram untuk tidak memilih, tetapi sepertinya haram juga untuk memilih. Haram untuk tidak memilih adalah sebuah fatwa di kerajaannya yang dikeluarkan para ‘alim para ulama’. Namun haram untuk memilih lebih pada kenyataan bahwa ia tidak menemukan seorang pemimpin seperti tokoh-tokoh idolanya pada zaman kenabian terakhir dalam agama yang di anutnya.
Ia bingung harus memilih mana antara tiga kenyataan yang tidak disukainya.
Kenyataan pertama adalah seorang perempuan yang selalu membanggakan status keperempuanannya, bahwa perempuan harus ada dalam pemerintahan karena berkedudukan sama. Trimo membantah karena ia berpikir bahwa tidak ada sedikit pun masalah jika perempuan harus memimpin, tetapi bukan sembarang perempuan. Perempuan yang benar-benar berkualitas dong, kata trimo mantap sembari memuncratkan buih-buih kecil ludahnya. Bukan lantas permpuan yang suka memutar balik perkataannya dan mengandalkan nama besar ayahnya yang seorang pemimpin yang begitu disegani di kerajaannya dahulu kala.
Jika saja sang ayah maju, semuanya tentu akan berbeda. Trimo masih melanjutkan omyangan nya.
Kenyataan kedua adalah seorang laki laki. Gagah. Tenang. Berwibawa. Sayang, penghormatan trimo kepadanya seketika hilang saat laki-laki itu “akhirnya” menunjukkan kesombongannya. Laki-laki itu dua kali menaikkan harga minyak yang sangat dibutuhkan rakyat di kerajaannya, dua kali kenaikan yang tidak kecil dengan berbagai alasan yang harus diterima rakyat dengan ikhlas atau tidak ikhlas. Saat ia menaikkan harga itu ia berasalan keadaan dunia yang menuntutnya! Namun ironisnya, ketika harga MEMANG HARUS TURUN sesuai dengan kenyataan harga dunia, ia MENYOMBONGKAN DIRI DAN PEMERINTAHANNYA yang berhasil menurunkan harga.
Apanya yang berhasil?!! Kalau ia berhasil menurunkan harga sumber pokok kehidupan itu, maka harganya akan DI BAWAH HARGA SEBELUM PEMERINTAHANNYA TERJADI! DAN KALAU SEBATAS PENURUNAN HARGA YANG DISOMBONGKAN ITU, KERAJAAN TETANGGA MENURUNKAN HARGA HINGGA LIMA KALI LEBIH!!!
Trimo mengucap dengan raut wajah yang semakin berantakan.
Belum lagi ditambah dengan bawahan-bawahannya yang suka mengungkit-ungkit masalah ras, dan hal-hal crusial kerajaannya yang tidak sepantasnya diungkit demi utuhnya kesatuan kerajaan.
Dan kenyataan ketiga adalah seorang laki-laki yang senantiasa menyombongkan TINDAKAN CEPAT dan TEPATNYA dalam bersikap. Padahal seringnya tindakan-tindakan itu terasa melangkahi, dan menepikan kepemimpinan raja yang sesungguhnya. Ya karena saat dia mengambil tindakan-tindakan itu, saat itu dia BUKAN-lah rajanya, yang sepatutnya mengambil keputusan. Juga sebuah kenyataan bahwa dia berasal dari golongan yang sama, yang dulu melahirkan pemerintahan panjang dan banyak kritikan, yang akhirnya dapat digulingkan setelah terjadinya pertumpahan darah dengan hilangnya nyawa aktifis-aktifis di kerajaannya.
Trimo berpikir bahwa tidak selamanya cepat itu baik, kecuali untuk adu balap keong yang sangat terkenal di dusunnya, hehe. Yang cepat tentu yang terbaik. Karena semua juga harus dipertimbangkan dengan bijak.
Lantas apa yang harus trimo lakukan?
Haramkah jika ia memilih?
Haramkah jika ia tidak memilih?
Ia jadi teringat sebuah fatwa dari seorang ulama besar idolanya
“LEBIH BAIK SEBUAH PEMERINTAHAN DIPIMPIN SEORANG RAJA YANG DZALIM DARIPADA 1000 TAHUN TANPA ADANYA SEORANG PEMIMPIN!”
Sebuah perkataan dari ulama’ besar bernama Ibnu Taymiyah, jika Trimo tidak salah ingat. Sebuah fatwa yang tidak sedikit pun ditujukan untuk ketiga pilihannya karena Trimo tidak sedikit pun menyebut mereka dzalim. Ia hanya sedang gundah. Seperti kerajaannya. Seperti rakyat kerajaannya yang lain.
Maka sepertinya Trimo harus menghadap Tuhannya untuk meminta pertimbangan, mana di antara pilihan yang tidak disukainya itu yang harus dipilih.
Karena Trimo ingin menjadi seorang rakyat yang bijak di kerajaannya yang sedang gundah!
Dan karena ia ingin menjadi seorang Trimo, yang berarti menerima. Menerima keadaan apa pun di kerajaannya dengan bijaksana dan sabar.
Leave comment for this article please,…
Syukron jazakumullaahu khoiron katsiiron.
Satu di antara seribu, atau sepuluh ribu, atau satu juta kegundahan itu adalah hamparan Lumpur di depan pemuda yang biasa di panggil trimo itu. Lumpur yang tak mau berhenti dan seolah tidak ingin dihentikan pemerintah kerajaannya.
Namun kegundahan yang terbesar dirasakan pemuda itu setelah malam lelahnya menonton debat antar bangsawan yang mengajukan diri menjadi penguasa terbaru di sana.
Pemuda yang kesehariannya digunakan untuk mencari sesuap nasi ini adalah seorang jebolan pesantren. Bukan lulusan, karena dia keluar akibat tidak punya biaya. Dan debat antara ketiga calon penguasa kerajaannya menjadi sebuah pemikiran yang mendalam baginya.
Sebuah pemikiran karena ia dihadapkan pada kenyataan haram untuk tidak memilih, tetapi sepertinya haram juga untuk memilih. Haram untuk tidak memilih adalah sebuah fatwa di kerajaannya yang dikeluarkan para ‘alim para ulama’. Namun haram untuk memilih lebih pada kenyataan bahwa ia tidak menemukan seorang pemimpin seperti tokoh-tokoh idolanya pada zaman kenabian terakhir dalam agama yang di anutnya.
Ia bingung harus memilih mana antara tiga kenyataan yang tidak disukainya.
Kenyataan pertama adalah seorang perempuan yang selalu membanggakan status keperempuanannya, bahwa perempuan harus ada dalam pemerintahan karena berkedudukan sama. Trimo membantah karena ia berpikir bahwa tidak ada sedikit pun masalah jika perempuan harus memimpin, tetapi bukan sembarang perempuan. Perempuan yang benar-benar berkualitas dong, kata trimo mantap sembari memuncratkan buih-buih kecil ludahnya. Bukan lantas permpuan yang suka memutar balik perkataannya dan mengandalkan nama besar ayahnya yang seorang pemimpin yang begitu disegani di kerajaannya dahulu kala.
Jika saja sang ayah maju, semuanya tentu akan berbeda. Trimo masih melanjutkan omyangan nya.
Kenyataan kedua adalah seorang laki laki. Gagah. Tenang. Berwibawa. Sayang, penghormatan trimo kepadanya seketika hilang saat laki-laki itu “akhirnya” menunjukkan kesombongannya. Laki-laki itu dua kali menaikkan harga minyak yang sangat dibutuhkan rakyat di kerajaannya, dua kali kenaikan yang tidak kecil dengan berbagai alasan yang harus diterima rakyat dengan ikhlas atau tidak ikhlas. Saat ia menaikkan harga itu ia berasalan keadaan dunia yang menuntutnya! Namun ironisnya, ketika harga MEMANG HARUS TURUN sesuai dengan kenyataan harga dunia, ia MENYOMBONGKAN DIRI DAN PEMERINTAHANNYA yang berhasil menurunkan harga.
Apanya yang berhasil?!! Kalau ia berhasil menurunkan harga sumber pokok kehidupan itu, maka harganya akan DI BAWAH HARGA SEBELUM PEMERINTAHANNYA TERJADI! DAN KALAU SEBATAS PENURUNAN HARGA YANG DISOMBONGKAN ITU, KERAJAAN TETANGGA MENURUNKAN HARGA HINGGA LIMA KALI LEBIH!!!
Trimo mengucap dengan raut wajah yang semakin berantakan.
Belum lagi ditambah dengan bawahan-bawahannya yang suka mengungkit-ungkit masalah ras, dan hal-hal crusial kerajaannya yang tidak sepantasnya diungkit demi utuhnya kesatuan kerajaan.
Dan kenyataan ketiga adalah seorang laki-laki yang senantiasa menyombongkan TINDAKAN CEPAT dan TEPATNYA dalam bersikap. Padahal seringnya tindakan-tindakan itu terasa melangkahi, dan menepikan kepemimpinan raja yang sesungguhnya. Ya karena saat dia mengambil tindakan-tindakan itu, saat itu dia BUKAN-lah rajanya, yang sepatutnya mengambil keputusan. Juga sebuah kenyataan bahwa dia berasal dari golongan yang sama, yang dulu melahirkan pemerintahan panjang dan banyak kritikan, yang akhirnya dapat digulingkan setelah terjadinya pertumpahan darah dengan hilangnya nyawa aktifis-aktifis di kerajaannya.
Trimo berpikir bahwa tidak selamanya cepat itu baik, kecuali untuk adu balap keong yang sangat terkenal di dusunnya, hehe. Yang cepat tentu yang terbaik. Karena semua juga harus dipertimbangkan dengan bijak.
Lantas apa yang harus trimo lakukan?
Haramkah jika ia memilih?
Haramkah jika ia tidak memilih?
Ia jadi teringat sebuah fatwa dari seorang ulama besar idolanya
“LEBIH BAIK SEBUAH PEMERINTAHAN DIPIMPIN SEORANG RAJA YANG DZALIM DARIPADA 1000 TAHUN TANPA ADANYA SEORANG PEMIMPIN!”
Sebuah perkataan dari ulama’ besar bernama Ibnu Taymiyah, jika Trimo tidak salah ingat. Sebuah fatwa yang tidak sedikit pun ditujukan untuk ketiga pilihannya karena Trimo tidak sedikit pun menyebut mereka dzalim. Ia hanya sedang gundah. Seperti kerajaannya. Seperti rakyat kerajaannya yang lain.
Maka sepertinya Trimo harus menghadap Tuhannya untuk meminta pertimbangan, mana di antara pilihan yang tidak disukainya itu yang harus dipilih.
Karena Trimo ingin menjadi seorang rakyat yang bijak di kerajaannya yang sedang gundah!
Dan karena ia ingin menjadi seorang Trimo, yang berarti menerima. Menerima keadaan apa pun di kerajaannya dengan bijaksana dan sabar.
Leave comment for this article please,…
Syukron jazakumullaahu khoiron katsiiron.
CARA BIJAK MENJADI SEORANG PENULIS YANG BAIK
Tulisan ini dipersembahkan bagi mereka dan semua pembaca yang bertanya, baik melalui e-mail, fs, handphone, atau hanya sebatas bertanya dalam hati, bagaimana sih caranya menjadi seorang penulis yang baik seperti -------?
Ada banyak (sekali) cara agar bisa menjadi seorang penulis yang baik. Namun karena pertanyaan ini ditujukan pada saya, maka saya akan menjawabnya dengan cara saya. (hehe,.. tapi tidak langsung dalam satu posting aja lho. Habisnya banyak, en pazti cuappekz,..!!! -lebay-)
Dimulai dari yang pertama, yaitu niat, intention.
“Innamal-a’maalu binniyaat”, sesungguhnya sebuah perbuatan itu tergantung niatnya.
Yup. Semuanya udah pasti tahu hadits popular ini. Dan ini adalah awal pertama langkah menjadi seorang penulis yang baik.
Maka tanyakan pada hati masing-masing (yang ingin jadi seorang penulis) niatnya karena apa?
Ingin terkenal?
Ingin diidolakan?
Ingin disukai sama lawan jenis yang ditaksir atau mertua?
Ingin kaya?
Ataukah ingin dicintai Allah dan rosulnya?
“Sesungguhnya menjadi penulis diniatkan karena lima hal, maka pilihlah yang terakhir agar hidup dan matimu bahagia.”
Hehe,.. jadi melesetkan hadits memilih pasangan nih.
Maka bagi yang punya empat niatan pertama, BURUAN DIHILANGKAN!!! (mantebh nggak si?)
Kenapa?
“Ya jelas donk, masak ya jelas lah, ada juga buah kedondonk bukan buah kedonlah!!!”
Saya yang udah jadi penulis saja enggak ada yang ngenal kok, apalagi terkenal, apalagi diidolakan. Trus maem aja masih telur penyet, sambel terong, apanya yang kaya? Disukai sama lawan jenis? Jadi inget lagunya wali, “Ku tak laku-laku” gimana bisa mengatakan menulis agar disukai lawan jenis, apalagi mertua?
Maka saya masih dan terus berharap semoga menulis menjadikan saya dicintai dan semakin dicintai Allah dan Rosulnya,….
Begitu juga dengan antum semua. Niat yang terakhir lah yang paling benar!!!
Dan niat sebagai hal paling pertama ini, akan menentukan dan berhubungan dengan hal-hal berikutnya dalam cara bijak menjadi seorang penulis yang baik.
Maka,..
(tong-teng-tong-teng,…)
Tulisannya sampai di sini dulu. Dilanjutkan lagi pada posting selanjutnya, sembari menunggu antum semua sudah merubah (bagi yang niatan awalnya salah) atau menemukan (bagi yang masih belum tahu niat yang baik saat ingin jadi penulis). yang sabar y,...
Have a nice struggle finding or changing your intention ^_^
Leave comment please,…
Ada banyak (sekali) cara agar bisa menjadi seorang penulis yang baik. Namun karena pertanyaan ini ditujukan pada saya, maka saya akan menjawabnya dengan cara saya. (hehe,.. tapi tidak langsung dalam satu posting aja lho. Habisnya banyak, en pazti cuappekz,..!!! -lebay-)
Dimulai dari yang pertama, yaitu niat, intention.
“Innamal-a’maalu binniyaat”, sesungguhnya sebuah perbuatan itu tergantung niatnya.
Yup. Semuanya udah pasti tahu hadits popular ini. Dan ini adalah awal pertama langkah menjadi seorang penulis yang baik.
Maka tanyakan pada hati masing-masing (yang ingin jadi seorang penulis) niatnya karena apa?
Ingin terkenal?
Ingin diidolakan?
Ingin disukai sama lawan jenis yang ditaksir atau mertua?
Ingin kaya?
Ataukah ingin dicintai Allah dan rosulnya?
“Sesungguhnya menjadi penulis diniatkan karena lima hal, maka pilihlah yang terakhir agar hidup dan matimu bahagia.”
Hehe,.. jadi melesetkan hadits memilih pasangan nih.
Maka bagi yang punya empat niatan pertama, BURUAN DIHILANGKAN!!! (mantebh nggak si?)
Kenapa?
“Ya jelas donk, masak ya jelas lah, ada juga buah kedondonk bukan buah kedonlah!!!”
Saya yang udah jadi penulis saja enggak ada yang ngenal kok, apalagi terkenal, apalagi diidolakan. Trus maem aja masih telur penyet, sambel terong, apanya yang kaya? Disukai sama lawan jenis? Jadi inget lagunya wali, “Ku tak laku-laku” gimana bisa mengatakan menulis agar disukai lawan jenis, apalagi mertua?
Maka saya masih dan terus berharap semoga menulis menjadikan saya dicintai dan semakin dicintai Allah dan Rosulnya,….
Begitu juga dengan antum semua. Niat yang terakhir lah yang paling benar!!!
Dan niat sebagai hal paling pertama ini, akan menentukan dan berhubungan dengan hal-hal berikutnya dalam cara bijak menjadi seorang penulis yang baik.
Maka,..
(tong-teng-tong-teng,…)
Tulisannya sampai di sini dulu. Dilanjutkan lagi pada posting selanjutnya, sembari menunggu antum semua sudah merubah (bagi yang niatan awalnya salah) atau menemukan (bagi yang masih belum tahu niat yang baik saat ingin jadi penulis). yang sabar y,...
Have a nice struggle finding or changing your intention ^_^
Leave comment please,…
SYNOPSIS
BISMILLAH, INI TENTANG CINTA
jika ada yang bertanya apa itu cinta, bagaimana seharusnya cinta, bagaimana bersikap terhadap cinta, dan semua pertanyaan tentang cinta mulai dari cinta antar sahabat, kepada orang tua, untuk negara, terutama antar adam dan hawa, maka Bismillah ini tentang cinta adalah jawabannya.
DAN BIDADARIPUN MENCINTAIMU
ini adalah sebuah kisah tentang pandangan dan sikap bagaimana menghadapi masa kini, masa depan, khususnya dalam hal cinta yang bertabrakan dengan penggalan masa lalu yang seringnya tidak indah. Sebuah kisah tentang pertaubatan yang sempurna.
silakan membaca untuk lebih lanjutnya. ini tertulis untuk yang penasaran tentang apa novel-novel saya itu.
wallahu'alam.
jika ada yang bertanya apa itu cinta, bagaimana seharusnya cinta, bagaimana bersikap terhadap cinta, dan semua pertanyaan tentang cinta mulai dari cinta antar sahabat, kepada orang tua, untuk negara, terutama antar adam dan hawa, maka Bismillah ini tentang cinta adalah jawabannya.
DAN BIDADARIPUN MENCINTAIMU
ini adalah sebuah kisah tentang pandangan dan sikap bagaimana menghadapi masa kini, masa depan, khususnya dalam hal cinta yang bertabrakan dengan penggalan masa lalu yang seringnya tidak indah. Sebuah kisah tentang pertaubatan yang sempurna.
silakan membaca untuk lebih lanjutnya. ini tertulis untuk yang penasaran tentang apa novel-novel saya itu.
wallahu'alam.
Kamis, 2009 Januari 15
Hidup Palestin!!!
Assalamu'alaikum ... ilakh
Fillastina berduka, sekitar 1000 orang tua, wanita, bahkan 200 di antaranya adalah anak-anak dan balita menjadi syuhada akibat kekejian israel la'natullah,..
AKANKAH KITA BERDIAM DIRI???
mereka adalah saudara-saudari kita. mari kita sumbangkan apa pun yang mampu kita sumbang, uang, obat, maupun pulsa. dan sebagai langkah paling kecil kita, mari kita boikot produk-produk yang mensupport israel. lengkapnya, silahkan lihat ; http://inminds.com/boycott-brands.html
ALLAAHU AKBAR-ALLAAHU AKBAR-ALLAAHU AKBAR!!!
Wa'alaikum salam ... ilakh
Fillastina berduka, sekitar 1000 orang tua, wanita, bahkan 200 di antaranya adalah anak-anak dan balita menjadi syuhada akibat kekejian israel la'natullah,..
AKANKAH KITA BERDIAM DIRI???
mereka adalah saudara-saudari kita. mari kita sumbangkan apa pun yang mampu kita sumbang, uang, obat, maupun pulsa. dan sebagai langkah paling kecil kita, mari kita boikot produk-produk yang mensupport israel. lengkapnya, silahkan lihat ; http://inminds.com/boycott-brands.html
ALLAAHU AKBAR-ALLAAHU AKBAR-ALLAAHU AKBAR!!!
Wa'alaikum salam ... ilakh
Rabu, 2008 Maret 26
PRO 1

Ali imron el-Shirazy lahir di Semarang pada tanggal 14 januari 1985. Jiwa aktifnya sudah tampak saat ia masih duduk di bangku TK. Tanpa rasa takut dan malu, ia gebrak meja tulisnya dengan sapu tatkala sang guru sedang memarahinya. Mungkin dari situlah ia akhirnya selalu terpilih untuk mewakili sekolah dasarnya pada setiap perlombaan, mulai dari lomba matematika hingga pemilihan murid teladan. Ia juga terpilih untuk mewakili sekolahnya untuk perlombaan-perlombaan agama yang membawanya menjuarai lomba pidato selama dua tahun berturut-turut untuk tingkat kecamatan. Ia pun hampir selalu memenangi lomba di wilayahnya, tetapi yang paling berkesan baginya adalah saat ia menjuarai lomba tartil Al-qur’an di kampungnya. Semasa SD, ia hampir selalu rangking satu dan ia tutup masa SD nya dengan lulus sebagai lulusan terbaik. Hal yang sama ia ulangi ketika ia duduk di bangku MTs Futuhiyyah 1 Demak. Ia hampir selalu juara 1 untuk setiap perlombaan yang diikutinya, baik di sekolahnya, maupun di pesantren yang sempat disinggahinya (Al-Anwar yang diasuh oleh KH Abdul Bashir Hamzah), hingga ia memperoleh predikat sebagai peserta terbaik putra dalam haflah akhirus sannah di pesantrennya dengan menjuarai seluruh perlombaan yang diikutinya seperti pidato, tahlil, tartil qur’an, baca puisi dsb. Dan masa SMP nya itu pun ia tutup dengan menjadi lulusan terbaik di sekolahnya. Keberuntungan masih setia mengikutinya tatkala ia duduk di bangku SMA. Ia selalu diminta untuk mengikuti perlombaan-perlombaan antar SMA oleh ekstrakuikuler-ekstrakurikuler di sekolahnya meskipun ia tidak tergabung di dalamnya. Di antaranya, ia memenangkan lomba menghitung tiga bahasa di SMAN 3 Semarang dan pidato retorika di SMAN2 Semarang. Akan tetapi, yang paling memberikan kesan padanya adalah ketika ia mengantarkan timnya menjuarai lomba pertolongan pertama se-Jateng-DIY di UNIKA Sugiyapranata Semarang sebagai juara kedua. Dan masa SMA nya ia akhiri dengan menjadi lulusan terbaik untuk kelas IPA. Ali imron el-Shirazy yang lebih suka dipanggil Kangali, seperti keluarga memanggilnya, telah merampungkan kuliahnya di jurusan sastra Inggris Universitas Negeri Semarang, yang di dalamnya, ia pernah terpilih sebagai sutradara saat kelasnya mementaskan sebuah drama di universitasnya. Saat ini,Kangali disibukkan dengan mengisi kajian-kajian kecil di Semarang dan sekitarnya sembari menulis.Untuk segala bentuk komunikasi dan silaturrahim kepada pembaca, Ali imron El Shirazy membuka diri seluas-luasnya melalui e-mail: alielshirazy@gmail.com , fs : bismill4h@gmail.com atau via mobile : 08170567090.
Senin, 2008 Maret 24
PR02
(d real me,...)
Ali iz,..............
A very active person who likez 2 tell about anything,....who likez 2 laugh just like that,,........(sometimez,...without any consideration,....) who thinkz that life is not suppossed 2 b completely faced seriously,...........but off course,....not for the whole time,....we still have 2 behave seriously towards some certain n important problemz of our life,........
The thingz Ali likes,..........
Ali likes funny thingz,.....(rather than serious thingz,...)
Ali dizlikez 2 read,..... (except that it must n it haz to,...)
Ali lovez challengez,.............(he haz joined so many competitionz from different aspectz,.....and alhamduli4jj1,....Allah always gives him luck,.........)
Ali lovez 2 play bazketballzz,........(even though ali is a kinda small boy who haz never made a dunkz,....!!!!)
Ali lovez music (but off course, not those that will make us 4get our creator,.......ALLAH ‘AZZA WAJALLA)
How Ali lovez music has brought him 2 b a band player,...(with varied positionz,...in one band (of hiz), he playz guitar( rhytm),...in another band (of hiz),....he iz d vocalist,....but in the other band,...(and mostly,...........as Ali iz best 4 diz part,...) he playz drummzzz,..................)
Favourite indonesian singer,...Katon Bagaskara,...Ebiet,....
Favourite indonesian Band,....Padiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii,.....(Ali is screamin,....as if he saw,.....................), Naff,................(Romantic,...) and Nidji,........(cool,.............).
And one thing,....
Ali really lovez 2 ride hiz motorcycle fast,............!!!
Langgan:
Entri (Atom)
